Menu

Div Untuk Halaman Terpisah

Jumat, 04 Maret 2016

Prospek Cerah Budidaya Kroto

Prospek Cerah Budidaya Kroto

Budidaya kroto dari waktu ke waktu kian populer di tengah masyarakat. Beragam metode budidaya dilakukan sesuai kreatifitas masing masing. Ada yang menggunakan media bambu, pipa paralon, toples, besek dan tanaman. Tentu saja silang pendapat atau Pro kontra tak bisa dihindari dalam teknik budidaya kroto. Masing masing tentu memiliki dasar argumentasi lengkap dengan kelebihan dan kekurangannya.

Namun, artikel kali ini tidak membahas terkait silang pendapat teknik budidaya kroto. Rasanya tidak “asyik” bila dipaksakan semua harus sama. Semua bebas berkreasi di era demokrasi seperti saat ini.  Namun, saya rasa semua sepakat bahwa kroto berguna dan bermanfaat bagi masyarakat. Kroto selalu dicari dan diburu para penghobi burung dan pemancing ikan.

Keberadaan kroto dari waktu ke waktu kian langka saja. Di pasar pasar tradisional terutama di penjual pakan burung, kroto nyaris selalu habis, bahkan kosong alias langka. Coba buktikan saja di lingkungan sekitar anda. Tentu saja bila dianalisa, banyak faktor yang menyebabkannya. Selain jumlah permintaan yang semakin besar, juga stok produksinya yang semakin berkurang.

Pertumbuhan jumlah kicau mania terutama di kota kota Besar semakin meningkat. Sementara kroto yang menjadi pakan utama burung piaraan seperti murai batu, kacer, jalak dan lain sebagainya semakin menyusut. Selama ini, diakui atau tidak, pasokan kroto berasal dari desa desa atau pegunungan. Penyusutan pasokan atau produksi kroto yang berasal dari telur semut rangrang berjenis oechepilla smaragdina atau semut merah tidak bisa dihindari seiring maraknya penebangan pohon untuk pembangunan rumah, industri, perkampungan dan lain sebagainya.

Itulah sebabnya, harga kroto menjadi mahal, bahkan diyakini semakin mahal dari tahun ke tahun. Dengan dasar pemikiran tersebut diatas, rasanya sulit harga kroto akan turun. Hukum ekonomi berlaku disini. Dimana ketika permintaan naik, sementara penawaran atau pasokan terbatas atau tetap, maka harga akan naik. Dan sampai kapan pun, selama ada penghobi burung dan penghobi mancing, kroto kian mahal.

Walaupun kini sudah ada terobosan budidaya kroto, tetap tidak bisa menurunkan harga kroto. Apa pasal? Permintaan tak sebanding dengan penawaran. Konsumen atau pengguna kroto lebih banyak daripada yang memproduksi atau membudidayakannya. Kesimpulannya, budidaya kroto cukup prospek di waktu sekarang maupun masa mendatang.


Senin, 08 Februari 2016

Ternak kroto media toples dan paralon, manakah yang lebih mudah?

Ternak kroto media toples dan paralon, manakah yang lebih mudah?

Ternak kroto media apapun, tentu saja memiliki kelebihan dan sekaligus kekurangannya. Ternak kroto sejarahnya berkembang dari  media alam, bambu, pipa paralon, botol aqua dan besek. Inovasi tersebut, masing masing tentu saja belum ada yang sempurna. Masih diperlukan uji coba secara terus menerus sehingga ditemukan cara yang lebh efektif efisien dalam budidaya ternak kroto.

Namun, artikel kali ini akan memfokuskan pada ternak kroto media toples dan paralon, yang belakangan ini banyak dibahas dan diperbincangkan masyarakat dan netizen pada umumnya dan peminat budidaya kroto pada khususnya. Berkembangnya ternak kroto media toples dan paralon banyak menimbulkan tanda tanya dan rasa keingintahuan, manakah yang lebih efektif efisien di antara keduanya?

Menjawab pertanyaan tersebut tentu saja tidak mudah. Ukuran manakah yang lebih mudah tentu saja relatif dan sesuai keyakinan dan pengalaman masing masing. Hanya saja menurut pengetahuan dan pengalaman kami, ternak kroto media toples dibandingkan paralon masih lebih mudah. Apa alasannya?

Ternak kroto media toples lebih mudah untuk dikontrol terkait perkembangan budidaya kroto daripada media paralon.  Mengapa? Toples transparan tentu saja bisa dilihat secara langsung. Apakah perkembangan sarang semut kroto semakin baik atau tidak. Apakah semut krotonya bertelur atau tidak? Dan tentu saja toples tranparan jelas nampak jelas daripada pipa.

Media pipa paralon memang mendapatkan pipa cukup mudah. Tetapi, kelemahan di sisi lain, perkembangan pembuatan sarang semut kroto agak lambat dan kalah cepat dibanding media toples. Buktikan saja.

Namun, bila anda penasaran terhadap keduanya, tidak ada salahnya untuk mencoba menggabungkannya. Mudah saja. Pipa paralon taruh di posisi paling bawah dan diatasnya toples semut kroto. Anda nanti bisa langsung menyaksikan perkembangannya. Eksperimen seperti ini sudah banyak dilakukan para peternak kroto dan rata rata menghasilkan kesimpulan bahwa media toples lebih efektif efisien daripada paralon.

Kemudian muncul pertanyaan, sebenarnya media apa yang terbaik untuk budidaya kroto? Pertanyaan ini lagi lagi susah untuk dijawab. Masing masing punya argumen. Hanya saja menurut kami, media semi alam masih menempati porsi utama di banding toples, apalagi paralon. Namun, kendalanya tentu saja terbatasnya lahan. Tidak semua orang punya kebun/ tanaman. Dan di kebun atau tanaman, rawan diburu pencari kroto. Namun, bila anda memiliki kebun luas dan sisi keamanannya terjaga tentu lebih bagus.


Kembali ke pembahasan, bila anda tidak memiliki tanaman perkebunan, mencoba budidaya kroto media toples bisa menjadi pilihan yang paling masuk akal. Hanya saja memang anda perlu banyak belajar. Sebagaimana hewan lainnya, seperti burung, semut memiliki karakter khusus yang harus anda fahami. Pasti ada jalan bila kita berusaha. Salam sukses semangat. 
ternak kroto

Minggu, 10 Januari 2016

Mencoba Menggabungkan Media Toples dan Tanaman

Mencoba Menggabungkan Media Toples dan Tanaman


Beberapa hari yang lalu, kami mencoba uji coba budidaya kroto di toples dan menggabungkannnya dengan tanaman. Tanaman yang dipakai adalah jenis tanaman yang tahan di air. Tujuan uji coba ini untuk menentukan mana metode terbaik untuk budidaya kroto sehingga bisa sedikit memberikan “warna baru” dan manfaat bagi pengembangan ternak kroto ke depan.

Secara natural, semut rangrang penghasil kroto memang menyukai media tanaman, sebagaimana habitat aslinya. Untuk itu, kami coba taruh botol berisi air beserta sebuah tanaman di rak kandang budidaya kroto bagian atas. Apa pengaruhnya? Rupanya semut tak berselang lama, kurang lebih 5 jam, mereka langsung bergerombol naik ke atas dan membuat “rumah baru” di tanaman tersbut.

Metode tersebut ada sisi kelebihan dan kekurangannya. Kelebihannya, semut menjadi aktif dan tampak nyaman alias tidak setress. Semut berlomba lomba naik ke atas. Namun, kekurangannya, toples semut kroto yang berada di koloni terbawah, sebagian ditinggalkan “penghuninya”. Tidak semua lho ya. Hanya sebagian.

Riset kecil kecil ini baru perc obaan. Dan rupanya dengan metode ini membantu percepatan untuk perbanyakan koloni baru. Buktinya, ketika kami mencoba menaruh toples toples kosong dan baru di rak teratas dan dekat dengan tanaman yang kami uji coba, rupanya toples kosong tersebut cepat terisi. Dan akhirnya, bibit kroto baru pun nambah.

Pertanyaanya, apa saja tanaman yang bisa dipakai dalam hal ini? Tentu saja tidak semua bisa. Tanaman yang bisa tahan dalam air yang bisa cocok disini. Tanaman seperti bunga teratai, Sri Rejeki, Kangkung dan sejenisnya cocok dipakai untuk ternak kroto dengan menggabungkan media toples dan tanaman.

Mengingat ini masih percobaan, tentu saja masih banyak kekurangannya. Teman teman yang punya pengalaman lebih baik bisa menambahinya. Tujuannya demi inovasi dan perbaikan bagi teknik budidaya kroto yang lebih baik sehingga peternak kroto semakin banyak yang sukses dan memudahkan bagi siapa yang membutuhkan kroto yang memang semakin langka terutama di musim hujan seperti saat ini.   
ternak kroto toples dan tanaman




Rabu, 06 Januari 2016

Januari, Bulan yang bagus untuk Memulai Budidaya Kroto

 Januari, Bulan yang bagus untuk Memulai Budidaya Kroto
 

Bulan januari adalah Bulan yang tepat untuk memulai budidaya kroto? Apa asalannya? Bulan Januari adalah bulan dimana siklus semut jantan akan segera berakhir. Seperti diketahui, di Bulan sebelumnya Oktober –Desember, semut jantan muncul dan mudah ditemukan dalam budidaya kroto atau ternak kroto. Di bulan tersebut, biasanya, semut jantan akan kawin sama caltu/ ratu. Akibatnya, biasanya, sarangnya menjadi jelek, krotonya juga sedikit.

Nah, di Januari, siklus tahunan terkait semut jantan berakhir. Berakhirnya semut jantan memberikan kabar baru bagi peternak kroto. Terbukti, di saat Bulan Januari ini, sarang koloni semut kroto cepat penuh dan kelihatan atau tampak krotonya di toples. Setali tiga uang, produksi kroto meningkat pesat di Bulan Januari ini. Dan anda, terutama mancing mania dan kicau mania tak lagi kesulitan kroto, apalagi bila mampu membudidayakan kroto sendiri.

Memang, seperti di artikel sebelumnya, semut jantan satu sisi berkah, di sisi lain musibah. Berkah karena semut jantan lah yang membuat caltu, ratu berproduksi. Namun, musibah, bila penangananya tidak tepat.  Populasi semut jantan harus dikurangi di Bulan Nopember- Desember awal.

Memang masih menjadi rahasia alam mengapa semut memiliki siklus tersebut. Yang jelas kita bisanya Cuma belajar dan berusaha. Solusinya, kita hanya melakukan pencegahan. Yakni di Bulan Agustus atau September, sebaiknya toples kroto anda dipanen. Ini untuk mengurangi populasi semut jantan atau memutus gen semut jantan.

Namun, bila sudah terlanjur, sejauh ini tidak ada cara lain, kecuali mengurangi populasi semut jantan. Memang, Bulan Oktober –Desember adalah bulan “rawan” bagi peternak kroto. Namun, memasuki Bulan Januari sampai Agustus adalah masa emas dalam budidaya kroto. Hampir tidak ada kendala berarti di Bulan ini. Biasanya semut akan cepat berkembang. Produksi kroto juga bagus.

Itulah sebabnya, bila anda tertarik budidaya kroto, memulai di Bulan Januari adalah langkah saat yang tepat. Sebagaimana manusia, entah mungkin kebetulan, Bulan Januari adalah babak baru dan semangat baru menuju lebih baik. Bulan Januari adalah bulan harapan. Bulan Januari menandai semangat baru dan alam memberikan respons positif dan meminjam bahasanya Ronda Byrne dalam The Secret, seolah hukum The Law Off Attraction (hukum daya tarik alam) berlaku dalam hal ini. Dimana fikiran dan perasaan kita menarik energi yang sama. Bila kita berfikir dan merasa positif, hasilnya pun sama.

Walaupun demikian, selain bulan Januari bukan berarti tidak bagus untuk budidaya kroto. Bulan Februari, Maret dan seterusnya juga bagus. Bahkan, Februari face semut hitam secara umum malah sudah benar benar selesai sehingga potensi pengganggunya sudah hilang. di Januari, masih ada sedikit semut hitam. Salam sukses semangat.


ternak kroto

Senin, 14 Desember 2015

Mengapa semut tiba tiba banyak yang mati?





Mengapa semut tiba tiba banyak yang mati?


Di Bulan bulan akhir musim kemarau dan awal musim hujan seperti saat ini adalah musim peralihan bagi semut kroto. Mengapa peralihan? Karena sebagian semut kroto ada yang menetas menjadi semut jantan bersayap hitam. Sebagian lainnya menjadi calon ratu (Caltu). Nah, di musim seperti ini biasanya semut akan “kawin” . Dan karenanya, biasanya banyak yang mati terutama semut pejantannya.

Semut tiba tiba mati ada banyak faktor. Pertama, bisa jadi karena perubahan suhu. Sebagaimana hewan lainnya, seperti ayam yang terkena penyakit “gering” yang biasanya terjadi di musim peralihan, semut juga bisa tiba tiba mati karena faktor cuaca yang berubah ubah akibat setress.
Kedua, faktor alami. Faktor alami disini yakni akibat proses siklus tahunan. Yakni memang di bulan Oktober, Nopember dan sebagian Desember terjadi musim semut jantan dan caltu. 

Di musim ini memang banyak semut jantan yang satu sisi positif, yakni kawin dengan caltu/ratu dan kelak menghasilkan benih kroto. Namun, di sisi lain, terlalu banyak semut jantan mengakibatkan sarang rusak dan menjadi kanibal terutama menyerang semut merah yang masih kecil kecil.
Untuk itu, tidak ada solusi lain kecuali semut jantan dikurangi populasinya. Terutama di bulan sebelum sebelumnya, yakni September sampai Nopember. Solusi lainnya, kembalikan semut kroto di toples anda ke habitatnya, yakni di alam untuk beberapa waktu. Setelah fase semut jantan selesai, biasanya pertengahan Desember, baru diambil dan ditangkar kembali. 

Dan di Bulan Desember pula biasanya caltu sebagian akan terbang dan sebagian akan diseleksi oleh koloni semut. Proses seleksi ini mengakibatkan banyak caltu yang tiba tiba kepalanya putus dan mati. Dan yang benar benar menjadi ratu nantinya adalah yang sayapnya putus dan dikerubuti semut. Dan inilah yang disebut master ratu. Bulan master ratu umumya akhir Desember sampai Januari, Februari dan sebagian Maret. 

Anda ingin budidaya kroto? kami sedia bibit kroto ready stock dan siap kirim kirim ke seluruh Indonesia melalui jalur udara dan darat. Silahkan kontak 087838393451. 

Senin, 02 November 2015

Memandang sisi positif dan negatif budidaya kroto

Memandang sisi positif dan negatif budidaya kroto


Setiap kegiatan apapun pasti tidak ada yang sempurna. Selalu saja ada kelebihan sekaligus kekurangannya. Termasuk dalam hal ini adalah budidaya kroto. Ada kelebihan dan kekurangannya. Untuk kelebihannya kita apresiasi dan kita dukung untuk tumbuh kembangnya. Untuk kekurangannya, kita belajar dan mencari solusi yang terbaik dari pengalaman yang sudah ada.

Budidaya kroto dipandang sebagai jalan keluar dari sulitnya mencari kroto. Dengan beternak kroto sendiri, mereka yang ketergantungan akan kroto, seperti kicau mania dan mancing mania tidak lagi merasa khawatir akan kelangkaan kroto. Budidaya kroto dengan aneka metode budidaya seperti media  bambu, pipa pvc, paralon, stoples, tanaman dan besek menunjukkan aneka pilihan budidaya sesuai kreatifitas dan minat dan bakat kita.

Sisi positif budidaya kroto tentu saja jelas. Yakni membantu bagi para kicau mania dan mancing mania atas ketersediaan kroto. Budidaya kroto tidak harus semuanya pakai toples. Anda bebas memakai media apa saja. Namun tentu saja anda membutuhkan bibit kroto untuk anda anda kembangkan dalam media apapun.

Selama ini kebanyakan budidaya kroto memang media toples. Hal ini karena dipandang lebih efektif dan sederhana. Namun, tidak ada salahnya anda mencoba media budidaya lainnya, misalnya tanaman yang dipadukan dengan stoples. Loh, gimana caranya? Tentu saja untuk media tanaman dengan menaruh bibit kroto di tanaman seperti mangga, apel, durian dan lain sebagainya. Hanya saja perlu dirawat tanaman beserta semut kroto yang ada di tanaman tersebut. Tentu saja dengan memberikan makanan sebangsa serangga. Untuk minuman tidak perlu untuk media tanaman. Mereka sudah minum dari tetesan embun pagi.

Namun, kalau mau bicara jujur,  tentu saja kelebihan budidaya kroto tersebut ada pula kekurangannya. Kekurangannya budidaya kroto adalah belum adanya standar baku dalam teknis budidaya. Belum ada obat atau supplemen mujarab tertentu dalam pengembangan budidayanya. Jika dalam dunia burung sudah banyak supplemen yang dijual seperti keluaran omkicau, Bio Janna dan lain sebagainya. Namun untuk budidaya kroto belum ditemukan obat supplemennya. 

Walaupun sudah ada yang mengklaim menemukan supplemen kroto, namun faktanya belum menghasilkan hasil nyata. Inilah kekurangannya. Itulah sebabnya, diperlukan penelitian lebih lanjut terkait masa depan budidaya kroto. Namun, kita yakin bahwa setiap masalah pasti ada solusinya. Selama kita mau belajar dan berbagi, masalah apapun akan pergi.


budidaya kroto


Rabu, 21 Oktober 2015

Siklus Budidaya Kroto di tengah akhir musim kemarau


Siklus Budidaya Kroto di tengah akhir musim kemarau


Musim kemarau hingga akhir bulan Oktober ini masih melanda di hampir seluruh kawasan Indonesia. Bahkan diperkirakan akan panjang menyusul fenomena Elnino. Pertanyaanya bagaimana pengaruh musim kemarau terhadap budidaya kroto? Pertanyaan ini susah untuk dijawab dalam data empiris. Namun artikel kali ini akan sedikit mengupas secara sederhana demi menambah pengetahuan untuk anda yang sedang dan akan melalukan budidaya kroto.

Secara prinsip, semut kroto menyukai tempat yang sejuk. Itulah sebabnya, dalam kondisi cuaca yang amat panas semut sebenarnya masih bisa bertahan. Hanya saja, di bulan bulan akhir kemarau seperti ini produksi krotonya mengalami penurunan drastis. Apa pasal? Ya, selain diakibakan cuaca, juga karena memang secara siklus akhir musim kemarau ini semut kroto sedang berada dalam masa perubahan. Perubahan yang dimaksud adalah munculnya telur calon ratu yang besar besar dan bersamaan itu pula muncul semut jantan berwarna agak kehitaman.

Fenomena ini sebenarnya biasa terjadi dalam budidaya kroto. Bagi pemula tentu akan bertanya tanya, mengapa bisa terjadi. Namun, tenang saja, perubahan fisik ini menunjukkan semut sedang dalam masa perkawinan. Karena masa kawin, maka wajar produksi krotonya menurun. Namun, setelah memasuki musim penghujan perlahan lahan akan kembali normal.

Nah, berkaitan musim kemarau saat ini, dengan suhu yang cukup panas sebaiknya secara berkala (terutama siang hari) disemproti pakai air di area kandang budidaya kroto. Tujuannya jelas, untuk mengurangi tingkat setress akibat cuaca yang panas. Demikian sedikit ulasan dari kami. Semoga bermanfaat dan sampai ketemu di artikel berikutnya. 

kandang kroto


Rabu, 02 September 2015

Hama dalam Budidaya Kroto Semut Rangrang

 Hama dalam Budidaya Kroto Semut Rangrang


Segala macam budidaya atau peternakan, tentu saja ada hama dan kendala yang menyertainya. Termasuk dalam hal ini adalah budidaya kroto atau ternak kroto. Hama dalam budidaya kroto menjadi suatu hal yang ditakutkan oleh peternak kroto baik bagi pemula atau pun yang sudah berpengalaman.

Hama budidaya semut kroto rangrang ada beberapa macam. Pertama, cicak. Cicak adalah salah satu hama yan seringkali menerpa para pembudidaya kroto. Loh kok biasa! Ini bicara fakta. Di Kotagede ada laporan ke kami dan sebagian peternak kroto lainnya menceritakan bahwa rak mereka terdapat Cicak yang menyerang dan memakan semut rangrang peliharaannya.

Kami pun bertanya kepada mereka, apa penyebabnya sehingga Cicak bisa menyerang semut krotonya. Setelah ditelusuri, rupanya Cicak bisa ke rak atau kandang kroto melalui dinding yang memang dekat dengan tempat atau kandang kroto. Itulah sebabnya, saran kami jangan membuat rak atau kandang kroto terlalu dekat dengan dinding. Tujuannya supaya Cicak tidak bisa loncat dan merusak habitat koloni semut rangrang.

Hama berikutnya atau kedua adalah Tikus. Tikus sebenarnya bukan hama secara langsung. Akan tetapi tikus biasanya “mengobrak abrik” toples koloni beserta makanannya. Yang diincar, biasanya adalah ulat hongkong yang berada dalam wadah khusus. Kejadian ini banyak sekali menimpa peternak kroto sesuai laporan mereka ke kami.

Itulah sebabnya, rak yang paling bawah usahakan tidak terlalu rendah. Tujuannya supaya tikus tidak bisa naik dan mengganggu budidaya kroto anda. Cara lainnya, tutup semua celah yang kemungkinan tikus bisa masuk melalui celah tersebut.
Demikian sedikit informasi tentang hama budidaya semut rangrang penghasil kroto. Semoga bermanfaat.

Anda berminat budidaya kroto? Kami sedia bibit kroto ready stock. Siap kirim kirim ke seluruh pelosok tanah air. Hub 08562978531. 



hama ternak kroto

Jumat, 31 Juli 2015

Semut kroto bikin sarang diluar toples, bermasalahkah?

 Semut kroto bikin sarang diluar toples, bermasalahkah?

Dalam setiap budidaya kroto, acapkali ditemukan semut rangrang penghasil kroto membuat sarang di luar tempat koloninya, yakni di luar toples. Pertanyaanya, kondisi demikian bermasalahkah? Lalu apa solusinya? Berikut ulasan singkatnya.

Menurut pengamatan kami, semut rangrang memang sering membuat sarang di luar koloni utamanya. Kondisi ini biasanya diakibatkan beberapa hal. Pertama, jarak antar toples satu dengan toples lainnya terlalu dekat, atau bahkan berdempetan. Biasanya, bila kondisi seperti in, memudahkan semut kroto membuat sarang di luar koloni semestinya.

Kedua, minumannya sangat berdekatan atau bahkan berhimpitan dengan toples koloninya. Biasanya smut rangrang menyukai tempat yang terdekat dengan sumber makanannya. Oleh karenanya, mereka berlomba lomba untuk mendekatinya dan akhirnya membuat sarang di luar toples.

Pada dasarnya, mereka membuat sarang di luar toples tidak terlalu bermasalah. Hanya saja masalahnya, kita menjadi repot bila ingin memindahkan toples ke tempat lainnya. Karena mau tidak mau kita harus membersihkan sarangnya dulu biar bersih dan enak.

Lalu apa solusinya? Bila anda tidak ingin semut rangrang membuat sarang di luar tempatnya, tentu saja langkah yang harus dilakukan ada dua cara. Pertama, jarak antar toples usahakan jangan terlalu dekat atau berhimpitan. Setidaknya ada 10 cm. atau setidaknya, jarak antar toples satu kali ukuran toplesnya. Tentu saja ini untuk menghindari semut bergerombol dan membikin sarang.

Kedua, jarak minumannya usahakan jangan terlalu dekat dengan toples yang menjadi tempat hunian koloni semut. Lalu pertanyaan berikutnya muncul, kalau sudah membikin sarang diluar bagaimana ya? Tentu saja caranya sangat mudah sekali, tinggal merenggangkan saja atau membuat jarak agak berjauhan.

Demikian sedikit tips artikel tentang semut membikin sarang di luar toples. Semoga budidaya kroto anda semakin berkembang. Anda berminat budidaya kroto kami sedia bibit kroto ready stock dan siap kirim ke seluruh Indonesia dengan menghubungi 08562978531. Terimakasih atas kunjungannya.  
bibit kroto


  

Kamis, 11 Juni 2015

Memahami Perilaku Semut Rangrang


Memahami Perilaku Semut Rangrang


Semut rangrang adalah salah satu hewan yang terorganisir dan pemberani. Semut rangrang hidup berkoloni (bergerombol) bersama kelompoknya. Mereka saling membantu dan bekerjasama satu sama lain.  Ada semut ratu, pekerja, prajurit dan betina. Semua saling bekerjasama demi mempertahankan hidup dan melanjutkan keturunan dengan menghasilkan telur yang biasa disebut kroto.
Semut rangrang memiliki kemampuan melumpuhkan luar biasa untuk melumpuhkan korban atau mangsanya. Meskipun ukuran tubuhnya kecil dengan beberapa cm saja, semut rangrang mampu mematikan mangsanya yang berukuran lebih besar seperti ulat dan hewan lainnya dari gigitannya yang kuat.
Semut rangrang adalah hewan agresif, aktif dan menyukai ketinggian. Oleh karenanya, ia suka naik ke atas ke posisi yang lebih tinggi. Setiap ada gangguan dari luar, semut rangrang langsung sigap menggigit korbannya dengan kuat.  Coba saja anda mendekati semut, langsung saja ia menggigitnya dengan gigitan yang menyakitkan.
Semut rangrang juga termasuk hewan yang tidak pernah putus asa. Ia selalu berjuang untuk mendapatkan makanan. Memang, secara biologis, habitat aslinya adalah di alam bebas dengan membuat “Tombol” di pepohonan. Namun, seiring perkembangan zaman, kini mulai dicoba dibudidayakan atau dikembangkan dengan aneka metode. Ada metode semi alam dengan memakai pohon tanaman, media toples, media paralon, media pipa, media botol aqua gallon air minum dan yang terakhir media besek.

Tentu cara budidaya kroto tersebut masing masing ada kelebihan dan kekurangannya. Anda bebas untuk mencobanya. Hanya saja, mengingat ini adalah hal yang baru, belum ada standar yang baku dan dipatenkan. Dibutuhkan penelitian yang lebih mendalam terutama terkait manakah cara budidaya kroto yang efektif dan efisien. Semoga saja ke depan akan ada terobosan pengembangan semut rangrang yang lebih efektif sehingga potensi keberhasilan lebih tinggi. 
budidaya kroto toples

Selasa, 21 April 2015

Bila Budidaya Kroto tidak pernah dipanen, apa pengaruhnya?

 Bila Budidaya Kroto tidak pernah dipanen, apa pengaruhnya?

Banyak sekali pertanyaan dari pembudidaya kroto/ peternak kroto yang bertanya, “bila budidaya kroto tidak pernah dipanen, apa pengaruhnya bagi perkembangan budidaya semut rangrang pak?” . pertanyaan tersebut tentu muncul bukan tanpa alasan. Banyak sekali para pembudidaya kroto yang dibuat kebingungan, apakah langsung menanen ( jika siap panen), ataukah tidak dipanen dengan tujuan semut krotonya tambah banyak? Berikut ulasan sedikit dari kami.

Setiap pembudidaya kroto atau peternak kroto pada dasarnya tentu menginginkan semut krotonya berkembang dengan baik dan banyak. Namun, kenyataan di lapangan tak semudah yang dibayangkan. Di awal budidaya kroto tentu ingin semut krotonya bertambah banyak. Berbagai cara pun dilakukan. Mulai dari belajar ke ahlinya, rajin memberi makan dan minum dan seterusnya.

Rata- rata para peternak kroto pemula tidak pernah memanen krotonya. Mereka lebih banyak ingin memperbanyak semut krotonya dengan menambahkan toples kosong baru dan tidak menanennya. Pada hal, jika semut kroto yang ada di toples tidak pernah dipanen sama sekali, mereka cenderung meninggalkan toples. Akhirnya banyak yang kosong.
Lalu, bagaimana yang harus dilakukan? Jika ingin semut kroto anda berproduksi dan rajin membuat sarang tentu saja selain harus ada ratunya, juga secara berkala sebagian toplesnya dipanen. Mengapa demikian? Tujuannya supaya semut “tidak bosan” dengan sarang lama dan membikin sarang baru serta mencegah terjadinya semut hitam yang berlebihan.

Kemudian, disamping sebagian dipanen, juga perlu melakukan cara “ngejok” atu mengisi koloni baru dari luar, yakni dari alam maupun dari hasil budidaya. Tujuannya supaya koloni semut berkembang lebih efektif. Pertanyaan yang muncul kemudian, “ apakah tidak bertarung koloni semut kroto dari budidaya yang dicampur dari alam?” tenang saja, mencampur bibit baru dari alam boleh saja, asal tau triknya.

Caranya adalah dengan menyemprot air di koloni semut dari alam bersamaan dengan semut budidaya kroto anda. Dengan begitu, diharapkan semut kroto anda berkembang dengan baik dan jumlah koloninya semakin banyak dan produktif. 

Semoga bermanfaat. 

Sabtu, 07 Maret 2015

CARA MEMASARKAN HASIL BUDIDAYA KROTO



CARA MEMASARKAN HASIL BUDIDAYA KROTO

Apa kabar agan-agan pecinta budidaya kroto. Lama tidak bersua, kali ini kami akan membagikan beberapa tips untuk memasarkan hasil dari budidaya kroto dari bibit kroto. Banyak para pembudidaya yang menanyakan bagaimana langkah untuk menjual hasil dari budidaya kroto yang mereka miliki, alasannya minimnya jaringan pemasaran yang dimiliki. Sering kali para pembudidaya bersemangat sekali saat pertama kali mencoba budidaya kroto, setelah pemanenan tak jarang mereka kebingungan untuk memasarkan kemana dan dimana? 

Nah, hal ini bisa disiasati baik dengan cara konvensional ataupun dengan cara modern. Jika anda memilih cara konvensional, anda bisa memasarkan hasil dari budidaya kroto anda dengan mendatangi para penjual pakan burung yang ada di dekat anda, atau dengan langsung menginformasikan para kicau mania dan mancing mania disekitar anda bahwa anda memiliki kroto yang siap dijual pada mereka. 

Sedangkan jika anda memilih cara modern untuk memasarkan hasil budidaya anda, anda tidak usah terlalu pusing karena di era tehnologi dan digital seperti saat ini dimanapun tempat anda, anda bisa menjangkau kota-kota disekitar anda bahkan seluruh indonesia tanpa terkendala jarak dan waktu. 

Lalu bagaimana cara menjual kroto di era digital seperti saat ini? Caranya cukup mudah anda tinggal memanfaatkan media sosial dan Forum jual beli untuk memasarkan hasil kroto anda. Misalkan melalui OLX.co.id, Tokopedia.com, jualo.com,FJB di facebook, Anda juga dapat memanfaatkan handphone anda dengan fasilitas Blackberry Massanger didalamnya. Bagaimana cukup mudah bukan? Selamat mencoba, semoga dapat menginspirasi dan bermanfaat. :-D

Toko pakan burung yang biasa menampung kroto



Senin, 24 November 2014

AGAR SEMUT KROTO CEPAT BERTELUR



Agar semut kroto cepat bertelur


Setiap pembudidaya kroto/peternak kroto tentu senang bila semut kroto berkembang dengan baik sekaligus cepat bertelur. Namun, kenyataanya tidak mudah seperti yang dibayangkan. Di lapangan, banyak sekali kendala yang membuat semut rangrang enggan bertelur. Bahkan, alih alih cepat bertelur, semut kroto malah banyak setress dan menjatuhkan diri ke lantai. Lalu, bagaimana solusinya?

Penyebab semut lambat berkembang dan bertelur tentu banyak faktor; mulai dari suhu ruangan yang terlalu panas, rak yang bercampur bahan kimia, stok makanan yang kurang dan basi, variasi suplemen makanan yang kurang, lingkungan yang terlalu ramai, cara perawatan yang salah dan berbagai faktor lainnya.

Tentu saja penyebab-penyebab tersebut diatas harus kita atasi. Tidak bisa ternak kroto sekedar asal-asalan dan mengikuti trend semata. Anda harus terus belajar dan mencari solusi terbaik dalam budidaya kroto. Yakinlah, pasti ada jalan bila kita mau sabar, belajar, berusaha dan terus mencoba.

Nah, menurut pengalaman kami yang beternak kroto selama beberapa tahun, agar semut kroto cepat berkembang ada pada makanan yang berkualitas; yaitu ikan, tepung ikan dan sejenisnya. Bahkan, ikan lele, udang dan madu yang masih segar menurut pengalaman kami cukup membantu dalam produksi kroto. Biasanya setelah kami memberi makanan tersebut, semut kroto beberapa hari kemudian, terutama di pagi hari tampak, terlihat putih-putih yang memenuhi toples bibit kroto di kandang kroto.

Tentu saja ini sekedar pengalaman dari kami. Temen-temen yang sudah pernah pengalaman silahkan berbagi disini. Ada banyak solusi, jika kita semua terus belajar, membuka fikiran dan berbagi terhadap segala permasalahan yang kita hadapi bersama, termasuk dalam hal ini adalah budidaya kroto yang memang kian memikat dan menyimpan potensi sekaligus misteri ini.

Terimakasih atas kunjungannnya. Semoga bermanfaat. Salam kami dari www.juragankrotobagus.blogspot.com. Sampai ketemu di artikel berikutnya.

kroto, budidaya kroto

Anda berminat budidaya kroto? kami sedia bibit kroto ready stock siap kirim ke seluruh Indonesia. Hubungi 08562978531 atau 087838393451. Selain menjual bibit kroto, kami juga sedia Bibit Jahe Merah, bibit Jahe Gajah, Bibit Lada Perdu, Bibit Bawang Merah, Bibit Durian Bawor, Bibit Durian Montong, bibit semut jepang, bibit buah naga, jual bibit buah tin dan Bibit Kelapa Kopyor

Baca Juga :

Prinsip Sukses Budidaya Kroto

Manfaat Semut Kroto

Mengapa Semut Kroto Kabur dan Meninggalkan Toplesnya?

Apakah Koloni Semut bisa Bertarung?

Cara memindahkan dari Toples Kecil ke Toples Besar